Selamat Jalan, Alfred Riedl

Kabar duka kembali menyelimuti dunia sepak bola, kali ini, salah satu mantan pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl meninggal dunia, karena penyakit kanker. PSSI melalui Ketua Umum Mochamad Iriawan mengucapkan turut berduka cita.

“Kami dari seluruh pengurus PSSI mengucapkan turut berduka cita, atas meninggalnya mantan pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl. Semoga arwah beliau diterima di sisi Tuhan yang maha kuasa, selamat jalan Alfred Riedl,” ucap Iriawan, Selasa (8/9/2020).

Alfred Riedl, mantan pelatih kelahiran Vienna, Austria, lahir tanggal 2 November 1949 dan tutup usia tanggal 7 September 2020 di usianya yang ke-70 tahun. Sebagai pemain, dia adalah ujung tombak tim yang pernah bermain di klub-klub seperti FC Antwerp, Standard Liege, FC Metz, dan lainnya.

Dalam karir pelatihnya, dia sudah menjadi bagian dari tim nasional Indonesia, era tahun 2010-2011, 2013-2014 dan yang terakhir di tahun 2016. Prestasi terbaiknya di Indonesia sebagai pelatih adalah membawa timnas dua kali menjadi runner-up Piala AFF di tahun 2010 dan 2016.

Ucapan duka mendalam juga turut mengalir dari beberapa mantan pemain yang pernah diasuhnya dalam tim nasional Indonesia. Evan Dimas Darmono merasa kehilangan, dan pernah masuk tim dibawah Alfred Riedl untuk Piala AFF tahun 2014 dan 2016.

“Memang kita sudah lama tidak mendengar berita beliau. Terus sekarang tiba-tiba ada kabar meninggal,” tutur Evan. “Semoga amal beliau di dunia diterima di sisi Tuhan dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” sambungnya.

Alfred Riedl juga merupakan sosok penting dalam karier Abduh Lestaluhu di level Timnas Indonesia. Abduh diberikan kesempatan debut oleh pria Austria pada 2016. Debut Abduh bersama Timnas Indonesia dimulai pada 6 September 2016.

“Saya turut berduka cita atas kepergian Coach Alfred Riedl, saya sangat-sangat merasa kehilangan, karena beliau pelatih yang sangat-sangat berjasa dalam puncak karier saya,” kenang Abduh.

“Di tangan beliau saya dapat merasakan debut manis bersama Timnas Indonesia senior melawan Malaysia pada 2016 silam. Beliau pelatih yang baik, disiplin, dan pekerja keras. Saya berdoa semoga coach Alfred mendapatkan tempat yang baik,” ujarnya menambahkan.

Selamat jalan, coach. Pengabdian dan kerja kerasmu pernah membuat pencinta sepak bola Indonesia merasa bangga.