SC Jamin Transpransi Keuangan Piala Presiden 2019

Pada perhelatan Piala Presiden 2019, seluruh proses detail penyelenggaraannya akan dilakukan oleh Organizing Committee (OC). Proses detail pelaksanaan tersebut meliputi banyak hal mulai dari penyelenggaraan pertandingan, finansial, marketing, sampai dengan aspek publikasi.

Dalam prosesnya, semua penyelenggaraannya akan diawasi dan diarahkan oleh steering committee (SC). Seperti perhelatan Piala Presiden edisi sebelumnya, anggota SC ini terdiri dari figur-figur yang berasal dari beragam latar belakang yang berbeda. Ada politikus, tokoh pemerintahan, kepolisian, sampai dengan pengacara.

“Tugas kami sebagai SC yang berada di bawah bapak Maruarar Sirait, yakni mengawasi bagaimana OC agar bisa bekerja maksimal. Semua dilakukan agar bisa fairplay,” jelas Bontor Tobing, salah satu anggota SC Piala Presien 2019.

Lanjut Bontor, salah satu proses penting yang akan dipantau dan diarahkan sejak awal ialah transparansi. Terutama transparansi soal keuangan. “Untuk keuangan , rinsip yang dikedepankan adalah transparan. Jadi semua laporan dari keuangan harus betul-betul dibukukan dengan baik dan nantinya langsung direport ke PwC selaku auditor,” tambahnya.

Proses audit dan pengawasan pada Piala Presiden 2019 dipastikan tidak akan berlama-lama. “Setiap habis satu tahapan, langsung dikirim ke PwC dan PwC akan mengaudit. Jadi setelah selesai partai final, dalam jangka waktu seminggu bisa langsung ada report dari PwC,” beber Bontor yang kesehariannya berprofesi sebagai penngacara tersebut.

Dalam proses audit dan pengawasan dalam banyak hal, Bontor memastikan tidak ada anggaran operasional untuk SC. Semua pembiayaan tugas operasional SC selama Piala Presiden 2019, merupakan dana pribadi. Tidak menggunakan dana dari OC.

Kesepakatan ini berlaku ketika anggota SC berkunjung ke beberapa kota tempat perhelatan Piala presiden 2019. “Jadi memang orang-orang profesional, swadaya sendiri untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Kami juga sudah diinstruksikan oleh ketua SC untuk langsung terjun ke lapangan untuk berkomunikasi langsung dengan wasit, pemain, agar tidak usah takut melaksanakan tugasnya, melaksanakan permainan, agar terhindar dari pihak-pihak yang nakal yang tidak berkepentingan,” pungkas dia.