PSSI Upayakan Solusi Terbaik Terkait Kompetisi

PSSI akan mengupayakan solusi terbaik terkait nasib kompetisi musim 2019-2020. Karena itu, PSSI menerima segala masukan dan saran dari semua stakeholder, termasuk perawakilan klub-klub Liga 2 yang menggikuti rapat virtual  pada Jumat (29/2). 

Rapat virtual perwakilan PSSI dengan perwakilan klub Liga 2 dimulai pukul 13.00 dan berakhir pukul 15.30 WIB. Pada rapat ini PSSI diwakili oleh anggota Komite Eksekutif Yoyok Sukawi serta Endri Erawan, Pelaksana Tugas Sekjen Yunus Nusi, Wakil Sekjen Maaike Ira Puspita, Staf Khusus Leo Siegers serta Andogo Wiradi, dan Direktur Teknik Indra Sjafri.

"Sesuai arahan Ketua Umum PSSI, hari ini kami melanjutkan diskusi dengan klub Liga 2 2020. Seluruh klub memberikan saran serta masukan terkait kompetisi bila harus berlanjut atau dihentikan. Termasuk bagaimana PSSI harus melakukan protokoler kesehatan saat berlatih, perjalanan, dan bertanding kepada tim bila kompetisi dilanjutkan, "kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Yunus menambahkan bahwa hasil rapat ini akan langsung dilaporkan kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan untuk dibawa dalam rapat Komite Eksekutif nantinya.

"Diskusi dengan klub Liga 2 hampir sama dengan Liga 1 yakni sama-sama mencari solusi. Tadi para klub memberikan analisa juga perkembangan daerah. Kami memahami di situasi sekarang kesulitan klub untuk memenuhi kewajiban kepada pemain dan pelatih. Kami ingin melindungi klub yang notabene sebagai anggota PSSI bagaimana nanti bila kompetisi lanjut atau berhenti," tambah Yunus Nusi.

CEO Persijap, Muhammad Iqbal Hidayat mengatakan bahwa timnya mengikuti keputusan PSSI terkait kelanjutan kompetisi.

"Kami sudah memberikan saran dan pandangan klub Persijap kepada PSSI. Kami akui bila kompetisi lanjut dalam waktu dekat pasti ada resikonya dan pertandingan tanpa penonton bagi klub sangat tidak idel karena situasi saat ini. Bila laga tanpa penonton akan menjadi masalah tersendiri bagi klub," kata Muhammad Iqbal Hidayat. 

Sementara itu, Manajer Perserang, Babay Karnawi mengatakan bahwa di tim Liga 2 tidak bisa disamakan kondisi keuangannya saat ini. Apalagi di tengah kondisi situasi pandemi Covid-19.

"Kalau kompetisi lanjut, kami ingin semua daerah juga harus siap dalam hal perizinan dan protokoler kesehatnnya. Karena saat ini tiap daerah berbeda tingkat persebaran Covid-19. Kalau kompetisi tidak lanjut, bagi kami selaku klub dapat mengerti dengan situasi saat ini," kata Babay Karnawi.