PSSI Sukses Gelar Kongres Biasa 2023

PSSI sukses menggelar Kongres Biasa 2023 yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (15/1). Kongres tersebut dibuka oleh Menpora RI, Zainudin Amali dan diisi sejumlah agenda.

Agenda tersebut mulai dari laporan kegiatan tahun 2022, laporan keuangan PSSI tahun 2022, laporan hasil audit keuangan PSSI tahun 2021, rekomendasi program PSSI tahun 2023, penetapan operator liga sebagai badan usaha mandiri, penerimaan pemberhentian serta perubahan nama domisili anggota PSSI, dan pengesahan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).

Menurut Menpora, Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan berhasil mengatasi kesulitan yang dialami PSSI selama menjabat sebagai Ketum sejak 2019. Terutama saat pandemi COVID-19.

"Di tengah kesulitan yang luar biasa, Bapak Ketum Mochamad Iriawan masih mampu memimpin organisasi ini dan selamat sampai hari ini. Kami memberikan apresiasi pada Bapak Mochamad Iriawan atas pengabdiannya yang luar biasa bersama juga Wakil Ketua Umum (Waketum) dan jajaran Exco (Komite Eksekutif)," kata Amali.

Sementara, Ketum PSSI Mochamad Iriawan pada sambutannya mengusulkan setiap tanggal 1 Oktober seluruh kegiatan sepak bola nasional diliburkan.

Seperti diketahui, pada 1 Oktober 2022 terjadi tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang yang merenggut banyak korban jiwa.

"Sebagai respons dan keseriusan kami dalam menyikapi Tragedi Kanjuruhan, kami dari PSSI ingin berikan usulan. Usulan untuk mengajak semua pihak agar setiap tanggal 1 oktober merupakan hari libur bagi semua kegiatan sepak bola Indonesia. Baik itu turnamen atau kompetisi," kata Iriawan.

Iriawan mengatakan 135 korban Tragedi Kanjuruhan merupakan pahlawan sepak bola. Dia menilai pentingnya kehadiran penonton atau suporter di setiap pertandingan sepak bola.

Iwan Bule juga menyatakan tidak akan maju dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 16 Februari mendatang.

Iriawan menjelaskan alasannya untuk tidak lagi mengikuti kontestasi pemilihan Ketum PSSI periode mendatang. Salah satunya karena dia merasa pengabdiannya di PSSI sudah cukup.

"Pengabdian saya kepada PSSI sudah cukup maksimal. Tenaga, pikiran, waktu, bahkan materi sudah saya dedikasikan untuk PSSI. Saya memutuskan bahwa saya tidak akan maju lagi dalam pencalonan sebagai Ketua Umum dalam KLB mendatang," ujar Iriawan.

Meski demikian, Iriawan bakal bertanggung jawab dalam mengawal proses KLB supaya berjalan baik. Iriawan pun berkomitmen menyelesaikan tugasnya dengan maksimal.

"Dinamika yang berkembang di arena Kongres Biasa maupun di luar telah kita ketahui. Saya mengajak sahabat-sahabat saya untuk berpikir jernih dalam kondisi apa pun," tuturnya.

Iriawan kemudian berpesan kepada para voters untuk tetap berpikir jernih dalam dinamika yang akan terjadi ke depannya.

"Dalam satu bulan ke depan jelang Kongres Luar Biasa, saya berharap PSSI dan voters tetap kondusif dan menjaga persaudaraan sebagai keluarga sepak bola Indonesia," ungkapnya.

Pada kesempatan ini, KP akan dipimpin oleh Amir Burhanuddin. Presiden Deltras FC itu bakal dibantu Sudarmadji, Ismu Puruhito, Armisyam Latuconsina, Aulia Arief, Paska Sembiring, dan Aditya Yando.

Sementara KBP diketuai oleh Gusti Randa. Pria berusia 57 tahun itu akan dibantu tiga anggotanya, yaitu Aven Hinelo, Diego Saputra, dan Joko Tetuko.

KP dan KBP ini dibentuk sebagai salah satu tahapan menuju pemilihan Ketum, Waketum, dan anggota Exco PSSI periode 2023-2027. Pemilihan tersebut akan digelar saat Kongres Luar Biasa (KLB) pada 16 Februari 2023.

*Daftar Komite Pemilihan (KP) KLB PSSI 2023:

1. Amir Burhanuddin (Ketua)
2. Sudarmadji
3. Ismu Puruhito
4. M. Armisyam Latuconsina
5. Aulia Arief
6. Paska Sembiring
7. Aditya Yando


Daftar Komite Banding Pemilihan (KBP) KLB PSSI 2023:

1. Gusti Randa (Ketua)
2. Aven Hinelo
3. Diego Saputra
4. Joko Tetuko