PSSI Selesaikan Program Penyetaraan Lisensi Kepelatihan Nasional

PSSI telah menyelesaikan program penyetaraan lisensi kepelatihan nasional pada Rabu (2/6). Pada kesempatan ini, Sekjen PSSI, Yunus Nusi resmi menutup acara tersebut di Hotel Ibis Slipi, Jakarta.

Program penyetaraan lisensi kepelatihan nasional di Jakarta diikuti 85 pelatih dan dimulai sejak Minggu (30/5) lalu. Mereka diinstrukturi oleh Yeyen Tumena dan Mundari Karya.



“Alhamdulillah hari ini kami telah menyelesaikan program penyetaraan lisensi kepelatihan nasional yang diiikuti berbagai pelatih dari seluruh penjuru Tanah Air. Ini salah satu program PSSI untuk membantu pelatih-pelatih Indonesia yang hanya memiliki lisensi nasional agar bisa aktif melatih menggunakan sertifikat terbaru yang dimiliki,” kata Yunus Nusi.

“Mudah-mudahan ini menjadi momentum yang baik bagi para pelatih untuk terus mengembangkan pemain di berbagai daerah. Karena dengan ini mereka akan mendapatkan lisensi PSSI Diploma,” tambah Yunus Nusi.



Seperti diketahui banyak pelatih di era dulu yang ikut kursus pelatih, namun oleh Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) lisensinya belum diakui. Untuk itu, pelatih sekarang harus mengikuti standar AFC. Apalagi PSSI saat ini sudah diberikan kepercayaan oleh AFC untuk memberikan lisensi pelatih. Jadi PSSI ingin membantu pelatih-pelatih agar lisensinya bisa diakui.

Selain di Jakarta, kegiatan ini juga dilakukan di Padang (26 peserta), Bandung (26 peserta), Pati (29 peserta), Malang (56 peserta), dan Makassar (28 peserta). Total ada 250 pelatih yang sudah mengikuti program penyetaraan lisensi kepelatihan nasional.

Salah satu peserta kursus, Rudi Abidinsyah bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Ia pun menyatakan bahwa ini menjadi modal utama bagi dirinya untuk memperkaya ilmu melatih dikemudian hari nanti.

“Terima kasih kepada PSSI atas kesempatan yang saya dapatkan dengan mengikuti program ini. Saya bisa menambah ilmu pengetahuan kepelatihan saya langsung dari instruktur-instruktur yang berkompeten dan berpengalaman dari PSSI,” kata Rudi Abidinsyah yang berasal dari Sampit, Kalimantan Tengah tersebut.