PSSI Concern untuk Pembinaan Karakter Pemain

PSSI telah rampung melaksanakan penyegaran instruktur bertajuk Sport for Development: Sepakbola untuk Pembinaan Karakter yang untuk pertama kalinya digelar di kota Batu, Malang, Jawa Timur dari tanggal 1-6 Oktober 2018.

Rampungnya pelaksanaan penyegaran instruktur selama 6 hari ini ditandai dengan sesi konferensi pers yang berlangsung di kota Batu, Malang, yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria didampingi Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, serta perwakilan dari Federasi Sepakbola Jerman (DFB), Sebastian Weinand dan perwakilan Federasi Sepakbola Australia, Mike Cooper.

“PSSI akhirnya rampung melakukan penyegaran instruktur di sini. Ini tak lepas dari kerjasama dari berbagai pihak, FIFA, AFC, DFB, FFA, GIZ dan Kemendikbud, untuk memajukan sepakbola di tanah air” ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

“Kiranya pengembangan sepak bola khususnya pembinaan dan pengembangan karakter adalah bukti nyata apa yang bisa kami berikan bagi masyarakat. Maka dari itu, pilot project ini akan dilaksanakan di Jawa Timur dan Maluku, untuk Jawa Timur akan dilaksanakan 14 kursus lagi hingga akhir tahun ini,” lanjutnya.

Ratu Tisha menambahkan program ini adalah salah satu solusi untuk memecahkan permasalahan yang terjadi pada sepakbola Indonesia saat ini. "Kita ciptakan bersama solusinya lewat nilai-nilai sepak bola itu sendiri. Maka dari itu, kita fokuskan pembinaan karakter di akar rumput sehingga masa depan nanti kita bisa mempersembahkan sepakbola yang lebih baik lagi," ujar Tisha.

Tisha mengatakan kehadiran DFB dan FFA yang hadir dalam penyegaran instruktur di sini karena keinginan kuat untuk fokus pada pengembangan usia muda mulai dari sekarang. “DFB dan FFA adalah 2 contoh negara yang sukses di sepakbola, yang satu juara Asia, yang satu lagi juara dunia. Semoga ini jadi kesempatan yang bagus bagi para para instruktur ke depannya," kata Tisha.

Program Sport for Development: Sepakbola untuk Pembinaan Karakter memiliki tujuan bersama untuk menjadikan sepak bola sebagai sebagai metode dan alat pendidikan di sekolah untuk menyampaikan nilai-nilai yang baik kepada anak-anak Indonesia. Itulah alasan mengapa PSSI bersama partner menjadikan guru-guru sekolah sebagai target dari kursus pelatih Lisensi D PSSI bersilabus terbaru yang berisi konten tentang pembinaan karakter.

Sementara, Sebastian Weinand sebagai perwakilan Federasi Sepakbola Jerman (DFB) memuji komitmen dari PSSI yang serius fokus membantu pengembangan sepakbola usia dini. “Mewakili stakeholder Jerman, saya sangat senang bekerja sama dengan PSSI di Indonesia, terutama dalam membantu pengembangan sepak bola sejak usia dini”

“Program ini merupakan langkah brilian. Mempercayakan sepak bola sebagai sebuah yang mampu memberikan nilai-nilai baik pada kehidupan kita sehari-hari. Kita berharap bisa menciptakan manusia-manusia baik lewat sepak bola” tutupnya

Hal yang sama juga diutarakan Mike Cooper selaku perwakilan federasi sepakbola Australia (FFA). “Kami telah seminggu bersama di sini dengan konten utama pembinaan karakter. Saya sudah menganggap semua sebagai keluarga. Saya berharap para instruktur ini bisa menyampaikan nilai-nilai baik kepada calon-calon pelatih dan nantinya bisa tersampaikan kepada para pemain usia muda”

Materi yang diberikan selama kursus memang fokus pada pembinaan karakter pemain baik di dalam maupun di luar lapangan. Selain menggiatkan Filosofi Sepakbola Indonesia sejak dini diberbagai daerah, PSSI akan fokus dalam pembentukan karakter pemain melalui para instruktur pelatih yang ikut serta pada penyegaran pelatih ini.