Penilai Wasit Gelombang Kedua Analisis Insiden dan Pendalaman Praktik Refer System di Hari Ketiga Kursus

Kursus penilai wasit gelombang kedua untuk refer system sudah memasuki hari ketiga, Rabu (28/2), mereka melanjutkan materi yang sudah diberikan pada hari sebelumnya.

Sesi pelatihan dengan menggunakan komputer, terus berlanjut sebelum praktik refer system. 16 penilai wasit yang menjadi peserta menganalisa kejadian di suatu pertandingan Liga 1 dan 2 dari video yang sudah disediakan.

Wakil Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa menjadi pembawa materinya, dibantu oleh Pratap Singh. Raymond Olivier (AFC Referee Instructor) dan Jeremy Kerner (Sports Fusion CEO) tetap ada untuk membimbing pengenalan refer system melalui zoom meeting.

Para penilai wasit ini melihat dengan seksama video dan memberikan penilaian kinerja wasit dan asisten wasit, sebagaimana tugas mereka sebagai penilai wasit.

Penilai wasit sendiri pengertiannya adalah seseorang yang mengevaluasi dan menilai kinerja ofisial pertandingan dengan memberikan saran dan komentar konstruktif untuk membantu para wasit agar berkembang dan maju. Mereka tentu harus lebih tahu mengenai Law of the Game. Mereka juga adalah orang yang berperan penting dalam pengembangan dan penguatan wasit.

Sesi pelatihan tersebut berlangsung dari pagi pukul 09.00 hingga jeda waktu istirahat di pukul 12.00 WIB.

Usai itu, mereka melanjutkan kegiatan analisis insiden kembali. Setelah itu, baru masuk ke materi refer system.

Di dalam sistem itu, kita bisa melihat jadwal, siapa saja perangkat pertandingan yang ditugaskan selama satu musim, kemudian dalam membuat laporan, juga disediakan video pertandingan. Jadi para penilai wasit ini tinggal memilih waktu kejadian (menit dan detik berapa, ada pilihannya), kemudian sistem akan langsung mengarahkan klip videonya, berdasarkan pilihan penilai wasit.

Lalu ada beberapa pilihan lain untuk memudahkan pekerjaan para penilai wasit, misalnya siapa wasit atau asisten wasit yang bertugas saat pertandingan, tingkat kesulitan pertandingan, deskripsi kinerja perangkat pertandingan, dan lain sebagainya.

“Ini adalah program atau sistem baru bagi kami para penilai wasit untuk membuat laporan, yang nantinya akan dikirimkan ke PSSI. Awalnya kami masih belum paham atau tidak ada gambaran sedikit pun mengenai apa itu refer system,” kata Hadiyana, salah satu peserta kursus.

“Namun setelah Ray dan Jeremy menjelaskan kepada kami, saya dan teman-teman lain baru mengetahuinya. Banyak hal yang dapat membantu mempermudah tugas kami sebagai penilai wasit untuk membuat laporan di refer system. Saya berharap bisa menggunakannya dengan baik,” sambungnya.

Ada perbedaan antara penilaian tradisional (FIFA) dengan refer system. Pengenalan penandaan objektif yang dihasilkan oleh sistem ini, menghasilkan output yang jauh lebih halus dan konsisten dibandingkan dengan skema penandaan tradisional FIFA yang sebelumnya digunakan oleh sebagian besar penilai wasit saat ini.

Refer system ini akan diimplementasikan oleh PSSI di awal musim baru kompetisi tahun 2024/2025.