Pelatih Timnas Wanita Pantau Piala Pertiwi 2018

Gelaran Piala Pertiwi 2018 menjadi ajang penting bagi para pemain dari setiap daerah untuk menujukkan kemampuan terbaiknya, khususnya di ranah sepakbola wanita. Keikutsertaan para peserta dari berbagai daerah, yakni sebagai perwakilan asosiasi provinsi pada ajang ini menjadi bukti bahwa niat dan usaha untuk menggalakkan sepakbola wanita di daerah itu ada.

Penyelenggaraan Piala Pertiwi yang dimulai dari babak playoff hingga putaran final yang berlangsung di lapangan NYTC, Sawangan, Depok, Jawa Barat ini pun tak luput dari pantauan Tim Kepelatihan Tim Nasional Wanita Indonesia.

Kepala Pelatih Timnas Wanita, Rully Nere beserta asisten pelatih Yopie Riwoe dan Haryono sebagai pelatih kiper datang dan memantau setiap pertandingan yang digelar untuk menjaring pemain-pemain yang memiliki potensi untuk memperkuat skuat Garuda Pertiwi.

“Saya bersama tim kepelatihan Timnas Wanita memang datang kesini untuk memantau pemain-pemain yang turun pada kompetisi Piala Pertiwi. Disini kami bisa melihat secara jelas dari setiap tim yang turun, mana saja pemain yang pantas masuk Tim Nasional. Ada beberapa yang saya rasa pantas diberikan kesempatan untuk ikut seleksi” ungkap kepala pelatih Rully Nere.

Rully menambahkan adanya regulasi tentang pembatasan usia pada kompetisi Piala Pertiwi 2018 yakni tentang batas usia maksimal 27 tahun bagi pemain yang diturunkan menjadi suatu regulasi yang positif. Pasalnya dengan begitu banyak pemain muda yang bisa di proyeksikan untuk memperkuat Timnas dalam jangka panjang. “Pembatasan usia ini memang bagus sekali, dengan begitu banyak pemain usia muda yang diberikan kesempatan untuk bermain dan berkembang. Kita harus lihat proyeksi ini untuk Timnas jangka panjang, jadi tidak ada masalah dengan pembatasan usia ini. Yang penting kompetisinya ada sehingga memudahkan kami untuk memantau dan menyeleksi pemain” tutupnya

Hal senada juga diungkapkan Asisten Pelatih Timnas Yopie Riwoe. Menurut Yopie, keberadaan Piala Pertiwi sangat membantu untuk menyaring pemain untuk memperkuat Timnas. “Jelas ini memudahkan tim kepelatihan dalam melihat dan menyeleksi pemain untuk skuat Timnas. Disini kita akhirnya dapat melihat dengan jelas kemampuan dan potensi dari setiap individu yang bisa kita olah menjadi satu kesatuan tim” paparnya

Yopie menambahkan ada beberapa kriteria yang menjadi indikator yang menjadi penilaian tersendiri untuk proses scouting kali ini. “Kami tim kepelatihan timnas sudah punya indikator penting dalam proses seleksi. Selain kuat secara fisik, mau kerja keras di lapangan dan mental, kepala pelatih juga ingin setiap individu yang memiliki semangat, karena teknik tanpa semangat sama dengan nol. Teknik, taktik, fisik dan sikap di lapangan memang perlu, tapi yang terpenting tahu 3 momen penting, saat menyerang, bertahan dan transisi, apa yang harus mereka lakukan dan apa visi bermain mereka”
tutupnya

Pelatih Rully Nere telah mengantongi beberapa nama yang nantinya akan mengikuti seleksi lanjutan untuk pembentukan kerangka Tim Nasional Wanita. Apalagi yang terdekat, skuat Garuda Pertiwi akan menghadapi gelaran Piala AFF Wanita 2019 di Thailand pada Agustus mendatang. “Beberapa nama yang pernah memperkuat Timnas kami pertahankan, tapi beberapa lagi kami ambil dari kompetisi Piala Pertiwi ini untuk diseleksi. Total ada 30 pemain yang akan ikut seleksi pada seleksi dan pemusatan latihan pada 10-25 Mei 2019 di Sidoarjo, Jawa Timur.

Berita terkait