Luis Milla Puas Melihat Spirit Timnya

Meski sudah menunjukkan permainan yang atraktif Tim Nasional Indonesia harus mengakui keunggulan Islandia dengan skor 1-4 dalam laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/1) malam.

Skuat Garuda pun sanggup unggul 1-0 terlebih dahulu lewat gol Ilham Udin di menit ke-29 memanfaatkan kesalahan kiper Islandia, Runnar Runarsson. Namun Islandia mampu membalas empat gol lewat hattrick Albert Guomundsson dan Arnor Smarasson membuat Islandia keluar sebagai pemenang laga ini.

Usai laga, pelatih Indonesia, Luis Milla mengatakan timnya sudah bermain baik khususnya pada babak pertama dan yang kurang bagus adalah hasilnya. Ia menyebut sikap, spirit, dan motivasi anak asuhnya luar biasa di laga ini meskipun Islandia punya fisik yang lebih bagus dan lebih siap.

"Secara garis besar saya sangat senang dengan spirit anak-anak, bukan hasilnya di laga ini. Saya merasa anak-anak hari ini tidak berhak untuk kalah terlalu banyak gol, dan saya harapkan ini bisa jadi pembelajaran buat kami," kata Milla.

Pelatih asal Spanyol membeberkan dirinya akan kembali melihat video pertandingan ini dan akan melakukan analisa yang mendalam.

"Kita sudah bisa lihat di pertandingan tim yang kita lawan adalah tim dari Eropa sekaligus mereka lolos Piala Dunia. Kita harus pelajari Islandia yang pernah berada di peringkat FIFA 125 namun kini di 20 an. Dari situ kita harus mencari rahasia kesuksesn Islandia, perlu kerja keras untuk mewujudkan hal tersebut," beber mantan pemain Real Madrid dan Barcelona ini.

Seperti diketahui, Islandia datang ke Indonesia berkat kerjasama PSSI dan promotor olahraga Mediapro Asia. Sebelumnya mereka menang 6-0 atas Indonesia Selection di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (11/1). Laga ini juga menjadi momentum peresmian Stadion GBK oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo usai direnovasi untuk ajang Asian Games mendatang.

Sementara itu, pelatih Islandia, Heimir Hallgrimsson mengatakan sangat senang dengan respek yang ditampilkan di Indonesia, tidak terkecuali untuk semua orang, dan termasuk juga federasi (PSSI) di sini.

"Pengalaman yang bagus buat pemain kami terutama pemain muda yang jarang mendapatkan menit bermain. Ini adalah pertandingan yang bagus di stadion yang luar biasa, dan adalah pengalaman yang sangat bagus untuk kami kedepannya," kata Heimir.

Pelatih berusia 50 tahun ini menyebut tim Indonesia sangat bagus dalam individual, dribelnya lebih baik serta tekniknya oke. Tapi di lapangan kita bisa melihat babak pertama semuanya seimbang, namun babak kedua ada perubahan dari Indonesia.

"Inilah yang ingin kita cari, kita ingin cari style bermain di negara orang yang berbeda dengan kita. Hal ini karena kita sering bermain dengan negara-negara Eropa, sekarang kita ingin bermain dengan negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan seperti grup kita di Piala Dunia," jelasnya.

"Bagi saya laga ini lebih susah dari pada pertandingan sebelumnya. Lapangannya lebih bagus dan permainannya menarik. Ini juga pertandingan yang sulit bagi kami. Terkait hujan, di Islandia sebenarnya sama parahnya karena tidak hanya hujan tapi juga salju. Tapi disini saya mengakui curah hujan di Indonesia jauh lebih parah dibandingkan di Islandia, tapi itu bukan masalah buat kami," tukas Heimir.

Sementara, Timnas Indonesia kembali melanjutkan pemusatan latihan sebagai persiapan Asian Games di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta mulai Senin (15/1) hingga Minggu (21/1) mendatang.