Latihan Rutin dan Perkembangan Tim Jelang Pelonggaran Status Lockdown

Kabar mengenai status lockdown di Inggris mulai mendapat kelonggaran untuk tahap 1 sudah beredar, dengan membuka lagi kegiatan belajar mengajar di sekolah sejak Senin, 8 Maret 2021.

Rencananya, tanggal 29 Maret 2021 mendatang, fasilitas olahraga outdoor (luar ruangan) juga akan dibuka kembali untuk umum. Masyarakat juga nantinya diperbolehkan mengadakan kegiatan di outdoor seperti biasa. Hal ini tentu adalah kabar baik untuk kegiatan Program Garuda Select jilid ketiga yang sedang berlangsung di Kompleks Loughborough University, Inggris.

Lockdown sudah mulai dilonggarkan. Jadi, ini adalah sebuah hal yang baik. Semoga saja, jika jumlah kasus positif Covid-19 tetap rendah, maka kita bisa melakukan latihan dengan normal per 29 Maret,” kata Fisioterapis Garuda Select, Ellie Hargreaves, yang juga bekerja sebagai Covid Officer, Senin (15/3/2021).

“Para pemain merasa sangat senang, terutama setelah selama ini mereka hanya bisa berlatih dalam grup kecil, jadi berita ini adalah kabar baik. Ini juga menjadi kesempatan yang baik bagi kami karena kami memiliki waktu untuk mempersiapkan diri sebelum mereka kembali berlatih normal dan bertanding,” dirinya menambahkan.

Ellie kembali menjelaskan, bahwa untuk saat ini, timnya masih akan menjalani latihan dengan cara yang sekarang, perubahan baru bisa terjadi pada akhir bulan.

Direktur Sepakbola Garuda Select, Dennis Wise menuturkan, aktivitas para pemain akan tetap sama seperti biasa. Hanya saja, kali ini akan lebih terarah seiring akan dicabutnya status lockdown seperti sebelumnya.

“Seperti biasa, kebugaran para pemain akan tetap dijaga, mereka masih akan latihan didalam bubble (kelompok) masing-masing. Dari materi latihan, beberapa pemahaman tentang permainan masih akan terus dilatih berulang kali karena ini sangat penting bagi mereka didalam kondisi persiapan menuju pertandingan seperti sekarang,” bukanya.

“Sekarang kita bisa lebih fokus mempersiapkan diri menjelang pertandingan. Komunikasi dengan beberapa tim akademi di sini masih terus dilakukan. Para pemain harus terus melakukan apa yang sejauh ini sudah mereka lewati, sambil memahami beberapa hal karena terkadang mereka harus terus diingatkan tentang posisi dan sebagainya.”

Seperti diketahui, selama berada di Inggris, tim ini baru satu kali melakukan pertandingan yakni saat melawan Port Vale. Setelahnya, kegiatan terfokus pada latihan pre-season untuk melatih kekuatan fisik dan beberapa pertandingan uji coba internal.

“Secara keseluruhan, para pemain bisa melewati program latihan pre-season dengan baik. Dari sana juga tim pelatih bisa mengetahui kesanggupan fisik serta kondisi psikologis dari para pemain. Saya tahu itu berat karena standar yang digunakan adalah standar untuk tim utama di sini, tapi saya bisa melihat mereka (para pemain) bersungguh-sungguh melakukannya,” menurut Dennis.

Dennis juga menilai peningkatan terpesat ditunjukkan oleh Hokky Caraka, Rendy Sanjaya, serta Elia Di Giuliomaria. Berposisi sebagai striker, Hokky memang telah memiliki kemampuan penyelesaian akhir yang cukup baik. Namun, kini dirinya sudah lebih mampu untuk membantu meningkatkan permainan tim secara keseluruhan.

“Saya dapat katakan bahwa kemampuan Hokky telah mengalami banyak peningkatan. Pergerakan dan penguasaan bolanya sudah jauh lebih baik. Hokky telah bekerja keras untuk meningkatkan hal tersebut,” kata Dennis.

“Dia juga mampu bekerja sama dengan baik dengan Lorenzo (Berra) di lini depan dan terus berusaha meningkatkan kerja sama di antara mereka. Selain itu, dia memiliki penyelesaian akhir yang baik. Jadi, jelas Hokky adalah salah satu pemain yang paling berkembang.”

Dennis juga menyebut nama lain, Rendy orangnya. Menurutnya, pergerakan gelandang kelahiran Bajra, Bali pada 11 April 2004 tersebut sudah jauh lebih efektif dibandingkan waktu awal tiba di Eropa.

“Rendy memiliki keseimbangan dan mampu memberikan operan yang akurat. Meski tidak semuanya sukses, tapi saya percaya pemahamannya akan permainan cukup baik. Ini merupakan hal penting baginya. Sebelumnya, Rendy seperti kebingungan dan sering kehilangan posisi, tetapi sekarang dia lebih memahami hal yang dibutuhkan dari dirinya. Rendy juga memiliki kecepatan,” jelasnya.

“Bagaimanapun dia masih harus lebih memahami kapan waktu yang tepat untuk maju menyerang dan bertahan, serta bisa melakukan operan dengan lebih baik lagi.”

Selain Rendy, perkembangan Elia sebagai gelandang juga mendapatkan perhatian khusus dari Dennis. Terutama setelah pemain yang bergabung dari Tim Junior Como 1907 tersebut diminta untuk belajar dan mengemban peran lebih menyerang.

“Kami mencoba memainkan Elia di posisi yang lebih menyerang. Dia bekerja dengan sangat keras dan mampu menjalankan peran tersebut dengan sangat baik. Dia sangat kuat, mampu membaca arah permainan, dan sering memberi operan yang baik. Dirinya hanya masih perlu untuk memperbaiki intuisinya dalam pengambilan keputusan,” tutup Dennis.