Kesempatan Bagus Menimba Ilmu Dari Senior

Nama Amiruddin Bagus Kahfi tercatat masuk skuat Tim Nasional Senior, dirinya mendapat kesempatan tersebut atas undangan dari pelatiih Simon Mcmenemy. Penampilan apik Bagus di Piala AFF U-18 Vietnam mendapat sorotan dari Simon, karena juru taktik itu sempat melihat penampilannya di Vietnam.

Bagus pun mulai ikut latihan perdana bersama kakak-kakak seniornya itu kemarin, Kamis (22/8). Awalnya dia tak percaya atas panggilan tersebut. Dirinya tak menyangka bisa dapat undangan dari Simon.

“Awalnya sempat tidak percaya. Terkejut saat dipanggil latihan bersama senior,” kata Bagus.

“Tapi saya langsung bilang iya dan ini merupakan kesempatan besar. Saya akan belajar banyak dari senior-senior,” tutur pencetak enam gol di Piala AFF U-18 2019 itu.

“Ini merupakan pengalaman berharga bagi saya, semua kakak-kakak senior ini baik dan menyapa saya dengan akrab dan tulus. Mereka pun tak segan-segan memberikan pelajaran, masukan dan kritik untuk saya,” ceritanya.

Mengenai metode latihan yang diberikan oleh Simon, Bagus mengatakan hampir mirip dengan Fakhri Husaini. “Simon itu melatih modelnya seperti pelatih asing umumnya, namun ternyata intensitas latihannya lebih tinggi,” jelasnya.

Bagus melihat kalau dirinya masih harus banyak belajar. “Dari sini saya bisa melihat kemampuan saya. Saya belum jadi siapa-siapa, hanya pemuda yang ingin terus belajar. Beruntungnya, mereka bisa langsung menerima saya, begitu juga pelatih. Saya belum menjadi pemain hebat dan masih harus berbenah diri serta menggali potensi saya,” tutupnya.

Kebanggaan Bagi Fakhri Husaini

Pelatih Timnas Indonesia U-18, Fakhri Husaini mengakui kalau dirinya bangga Amiruddin Bagus Kahfi dipanggil latihan bersama timnas senior.

“Tentu kami dari keluarga besar Timnas Indonesia U-18 tentu merasa bangga ya bahwa ada pemain Timnas Indonesia U-18 yang diundang untuk mengikuti latihan timnas senior,” ujarnya.

“Ya meskipun itu hanya dalam konteks berlatih bersama dengan tim senior. Tapi ini bentuk penghargaan tim senior khususnya Simon ke Bagus. Nah hanya saja, saya berharap Bagus tetap menjadi Bagus yang saya kenal selama ini,” lanjutnya.

Fakhri menambahkan bahwa pemanggilan Bagus tak mengganggu program Timnas Indonesia U-18. Skuat Garuda Muda saat ini bersiap untuk mengikuti kualifikasi Piala Asia U-19 yang akan digela di Jakarta, akhir tahun nanti.

"Bagi saya, dipanggil atau tidak seorang pemain ke tim senior, itu tidak akan ada pengaruhnya apapun ke saya, karena bagaimanapun juga ketika dia kembali ke Timnas Indonesia U-18 dia harus tetap tunjukan kemampuan terbaik dan bisa bersaing lagi dengan teman-teman yang lain,” jelasnya.

“Kemarin saya sudah bicara dengan Sekjen PSSI dan asisten pelatih Simon, Yeyen Tumena, bahwa program kami tanggal 29 kan ada TC untuk menghadapi Iran,” sambungnya.

“Artinya Bagus hanya ikut sampai tanggal 26 saja bersama tim senior. Sepanjang dia tetap bisa mengikuti program kami tidak akan menganggu.”

“Tentu saja nanti ia akan ada recovery-recovery yang akan ia lakukan. Kalau misalnya ia sampai tanggal 26 dia ada waktu tiga hari untuk recovery untuk ikut kembali berlatih bersama saya tanggal 29 nanti,” tandasnya.