Indra Sjafri Apresiasi Perjuangan Pemain Timnas U-22

Pelatih Tim Nasional Indonesia U-22, Indra Sjafri mengaku permainan anak asuhnya sudah oke meski bermain imbang dengan skor 2-2 melawan Malaysia. Laga kedua tim ini dihelat di Stadion Nasional Olimpiade, Phnom Penh, Rabu (20/2) pada lanjutan penyisihan Piala AFF U-22 2019.

Pada laga ini dua kali Timnas Indonesia U-22 mampu unggul dari Malaysia. Masing-masing melalui gol Marinus Wanemar menit ke-52 dan Witan Sulaiman menit ke-77. Namun Malaysia mampu menyamakan skor lewat Nik Akif menit ke-62 serta Hadi Fayyadh menit ke-87.

"Saya optimistis tadi kami bisa meraih kemenangan. Akan tetapi, dalam sepak bola apa pun bisa terjadi. Perjuangan para pemain kita apresiasi," kata Indra Sjafri.

"Bisa unggul dua gol dulu tapi kita tidak bisa antisipasi free kick dan corner setelah open play mereka bentuk. Memang dari dulu Malaysia memanfaatkan peluang itu dari kami," tambahnya.

Secara kualitas Indra menyebut permainan Garuda Muda melawan Malaysia ini lebih baik ketimbang saat bemain imbang 1-1 kontra Myanmar pada laga pertama (18/2).

Hal itu ditunjukkan, satu di antaranya dengan ia hanya melakukan dua pergantian pemain sepanjang pertandingan. Itu pun, satu pemain terpaksa ia tarik karena mengalami cedera.

"Cuma ada satu pemain yang seharusnya tidak bermain dan di bawah performa. Akhirnya saya mengganti pemain yang di bawah performa karena kebutuhan taktik. Kemudian ada satu pemain yang diganti karena cedera. Jadi, otomatis saya hanya membuat satu pergantian dari sisi kebutuhan taktik," tutur Indra.

Dengan hasil ini, Timnas Indonesia U-22 baru mengemas dua poin dari dua pertandingan. Pada laga penentuan kelolosan ke semifinal, Andy Setyo dan kawan-kawan akan menghadapi tuan rumah, Kamboja, Jumat (22/2).

Sementara, striker Timnas U-22, Marinus Wanewar kecewa karena Indonesia ditahan imbang 2-2 oleh Malaysia. "Puas tapi agak kecewa. Kami seharusnya menang pada pertandingan ini supaya dapat kepastian lolos (ke semifinal)," kata Marinus seusai laga.

"Sebenarnya Malaysia tidak susah. Mereka beruntung karena bola-bola mati," tambah Marinus.