Asprov Jateng Ingin Menjadi Barometer Sepak Bola Nasional

Kongres Tahunan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah (Jateng) telah digelar pada 9 Februari lalu di Hotel Candi Indah, Semarang. Sebanyak 35 Asosiasi Kota (askot) / Asosiasi Kabupaten (askab), 40 klub, dan satu asosiasi futsal anggota PSSI Jateng hadir pada acara tersebut. 

Mereka mendapat paparan dari Ketua Asprov PSSI Jateng, Edy Sayudi, tentang program kerja tahun 2019. Di antaranya, pelaksanaan kompetisi rutin seperti Liga 3 Jateng, Piala Soeratin U-17, U-15, dan U-13. Selain itu juga pengembangan pelatih dan perangkat pertandingan. Dan yang terakhir pemaparan soal kegiatan futsal 2018 dan program kerja AFP 2019.

"Kami tidak ingin melihat ke belakang, tapi kami harus bangkit dari keterpurukan. Sebab, kami akan melihat ke depan PSSI Jateng sebagai barometer sepak bola nasional" ujar Ketua Asprov PSSI Jateng, Edy Sayudi. 

Untuk program 2019 ini, PSSI Jateng bakal menghadapi tantangan berat. Di antaranya pembentukan tim sepak bola dan futsal Pra-PON Jateng, serta sepak bola wanita. Pengembangan di bidang teknik dan sumber daya manusia juga jadi perhatian PSSI Jateng.

Pada tahun ini, PSSI Jateng akan menggelar kursus pelatih lisensi D di beberapa daerah di Jateng serta lisensi C AFC. Konteks kepelatihan lisensi D menyesuaikan program filosofi sepak bola Indonesia  (filanesia) PSSI. Selain itu, juga pembinaan dan penyegaran wasit. Harapannya dengan adanya pembinaan dan penyegaran nanti kompetisi 2019 bisa lebih bersih dan fairplay.

"Saat ini sudah ada satu wasit Jateng berlisensi FIFA, 100 C1, 300 C2, dan 480 C3. Fokus di 2019 adalah pengembangan lisensi C2 ke lebih tinggi levelnya," kata Edy.