ADS Penuhi Panggilan Komdis

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terus bekerja keras untuk menghilangkan mafia sepak bola Indonesia. Pihak-pihak yang diduga terlibat dalam match fixing pun ditelusuri oleh Komdis.

Ketua Komdis, Ahmad Yulianto, mengatakan pihaknya akan memanggil nama baru untuk dimintai keterangan perihal match fixing atau pengaturan pertandingan di sepak bola Indonesia. Hal ini disampaikan setelah mendapat keterangan dari Mantan Presiden Direktur PT Liga Indonesia yang juga sempat menjadi manajer timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla.

Andi Darussalam (ADS) sebelumnya dipanggil berkaitan dengan keterangan BS atau yang belakangan dikenal sebagai Bambang Suryo. Keterangan BS yang dimaksud yang termuat di salah satu majalah. Andi Darussalam atau ADS disebut sebagai orang kuat, yang berkaitan dengan judi di sepak bola Indonesia.

Andi Darussalam semula dijadwalkan bertemu Komdis, Kamis (1/10). Namun, pertemuan baru bisa terjadi Selasa (6/10). “Ada banyak hal yang disampaikan Andi Darussalam, terutama soal betapa bobroknya sepak bola Indonesia karena ada match fixing, pengaturan. Itu membuat PSSI harus belajar dan menentukan sikap,” kata Ahmad Yulianto.

Menurut Ahmad Yulianto, Andi Darussalam tak menampik ada match fixing di sepak bola Indonesia. Hanya saja, Ahmad Yulianto tak ikut menjelaskan apa yang disampaikan oleh BS.

“Sesuai pernyataan ADS, perjudian, pengaturan, match fixing, benar terjadi. Yang diterima masyarakat memang benar. ADS siap membantu bersama-sama, minimal mengurangi. Ia siap datang memberikan masukkan dan strategi yang tepat,”tambahnya.

“Banyak yang diceritakan dan akan kami kembangkan dan panggil banyak nama untuk dikonfimasi. Untuk nama itu, kami masih harus bicarakan karena tokoh yang perlu dikonfirmasi. "Apapun masukkan yang diberikan Pak Andi Darussalam jadi potret pembangunan sepakbola yang baik di Indonesia karena bagaimanapun juga Pak Andi Darussalam adalah tokoh yang pernah membesarkan PSSI”ujarnya.

“Fungsi Komdis bukan hanya untuk menghukum, tapi memeriksa untuk mendapat masukkan dan memberi gambaran sistm-sistem serta tindakan preventif seperti apa agar sepak bola lebih baik,” tandas Ahmad Yulianto.