Persib Melaju ke Babak 32 Besar

Persib Bandung melaju ke babak 32 besar Kratingdaeng Piala Indonesia 2018 setelah usai mengalahkan lawannya tuan rumah PSCS Cilacap dengan skor tipis 1-0 melalui gol yang diciptakan oleh Febri Hariyadi pada menit ke-49, dalam lanjutan babak 64 besar Kratingdaeng Piala Indonesia 2018. Pertandingan kedua tim ini berlangsung di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, Rabu (5/12).

Pertandingan ini sangat menarik, babak pertama sebetulnya PSCS mampu menahan imbang Maung Bandung. Namun memasuki babak kedua, Persib tancap gas. Maung Bandung langsung mengambil alih permainan dan melancarkan serangan ke pertahanan PSCS.

Serangan Persib di awal babak kedua berbuah hasil. Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-59  melalui kaki Febri Hariyadi. Gol tersebut terjadi setelah kiper PSCS, Ahmad Ariya melakukan kesalahan antisipasi. Febri dengan leluasa melepaskan bola ke gawang yang sudah ditinggalkan kiper PSCS.

Mengejar ketertinggalan, PSCS mencoba keluar dari tekanan. Tim asuhan Jaya Hartono coba melakukan beberapa tekanan ke pertahanan Maung Bandung. Namun, hingga memasuki menit 80 usaha Laskar Nusakambangan selalu patah di barisan pertahanan Persib yang digalang duet bel Indra Mustafa dan M. Al Amin Syukur Fisabillah.

Hingga wasit Fariq Hitaba asal D.I Yogyakarta meniup peluit panjang tanda akhir permainan, skor 1-0 untuk keunggulan Persib tetap bertahan.

Mengenai hasil pertandingan, pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya yang menggantikan peran Mario Gomez memimpin tim pada laga ini mengaku salut dengan perjuangan pemain dan mengapresiasi kinerja pemain usai menekuk PSCS Cilacap.

Meski begitu, Yaya tak menampik jika Laskar Nusakambangan sempat membuat Maung Bandung kerepotan. “Saya mengucapkan terima kasih banyak pada pemain atas kerja kerasnya. Mereka konsisten dan memiliki keinginan kuat untuk memenangkan pertandingan,” kata Yaya.

Di lain pihak, Jaya Hartono selaku juru taktik dari PSCS Cilacap mengakui kekalahan timnya. Jaya menilai, tim asuhannya memang kalah dari segala aspek atas lawannya itu. “Sebenarnya ini sudah kami duga. Kami kalah. Secara kelas kami kalah. Tapi, seperti yang dibilang kemarin, kami ingin mempersulit lawan,” bebernya.

Pria ini juga merasa sangat bangga dengan semangat juang anak asuhannya di laga ini. Meski kalah level, Jaya mengklaim pemainnya cukup memberikan perlawanan. “Tapi nyatanya kami juga bisa mempersulit mereka. Saya akui anak-anak main luar biasa bagus, bagus sekali. Kami juga punya peluang. Tapi, soal mental. Ini yang juga kita perlukan dalam sebuah pertandingan besar,” ujarnya.

Berita terkait