Tradisi Berbagi PSSI

Jelang laga persahabatan tim nasional Indonesia U-23 versus Thailand, pengurus PSSI menggelar acara buka bersama dengan puluhan anak yatim piatu. Acara sederhana di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor ini berlangsung cukup hikmat dengan berbagi kebahagiaan. Inilah tradisi yang terus dijaga PSSI.

“Inilah kearifan lokal yang ingin terus kita jaga. Dengan tradisi ini kita berharap bisa menjaga esensi sepak bola sebagai ajang persahabatan, keberanian dan kesetiakawanan,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

Puluhan anak yatim piatu yang diundang merupakan anak-anak yang tinggal di seputar wilayah Pakansari, Cibinong. Mereka tampak gembira dan mendapat pengalaman baru yang luar biasa dengan bertemu punggawa tim nasional yang akan bertanding melawan Thailand. Anak-anak ini pun diberi tempat khusus untuk menyaksikan pertandingan persahabatan ini.

Sebagian dari mereka bahkan diberi kesempatan untuk menjadi ball boy. Mereka adalah anak-anak yang umumnya gemar bermain sepak bola dan sering bermain di sekitar stadion Pakansari. PSSI pun juga memberi santunan kepada semua anak yang diundang.

Tisha mengatakan, sepak bola merupakan olahraga yang paling digemari masyarakat. Lewat sepak bola pula kita bisa mempererat persaudaraan. Karena itu, dalam berbagai momen, PSSI selalu berupaya berbagi kebahagiaan.

“Ini menjadi sebuah kebangaan tersendiri bagi kami. Melihat anak-anak berbuka puasa bersama, bertemu pemain nasional dan dituntun masuk stadion. Jujur saja kami sangat terharu melihat kegembiraan pada raut wajah anak-anak. Semoga momen tadi menjadi dorongan tersendiri bagi mereka untuk menatap masa depan yang lebih cerah," kata Tisha.

Sebelumnya pada perayaan hari jadinya ke-88 bulan April lalu, PSSI juga secara khusus mengundang empat anak dari Komunitas Peduli Generasi (KPG) ke Stadion Pakansari untuk menyaksikan pertandingan turnamen PSSI Anniversay Cup 2018.

Komunitas Peduli Generasi merupakan komunitas yang terbentuk dari tahun 2010. Komunitas tersebut telah memiliki tujuh rumah singgah dan telah mendampingi lebih dari 100 pasien terdiagnosa berbagai macam penyakit seperti leukemia, kanker payudara, kanker serviks, jantung, tumor limpoma, tumor wajah, kanker kulit, kanker nasofaring, tumor pembuluh darah, kanker tulang, scoliosis, angqiolosis, dan tumor tangan.

Keempat anak tersebut juga mendapat pengalaman luar biasa saat diundang masuk ke lapangan bersama pemain tim nasional yang disaksikan ribuan suporter tim nasional.