Timnas U-19 Petik Pelajaran dari Thailand

Meski bermain atraktif dan memperoleh banyak peluang, Tim Nasional Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 1-2 pada laga terakhir penyisihan Grup A, Piala AFF U-19 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Senin (9/7) malam. Dua gol dari Thailand dicetak oleh Nattawut Chootiwat menit ke-41 dan Matee Sarakum menit ke-50. Sedangkan gol tunggal Indonesia dicetak oleh Rifad Marasabessy pada menit ke-84.

Hasil ini membuat Thailand sebagai juara Grup A dengan mengemas 13 poin. Sedangkan Indonesia berada di peringkat kedua Grup A dengan raihan 12 poin. Lawan Thailand dan Indonesia di laga semi final akan ditentukan pada laga terakhir Grup B yang akan diselenggarakan serentak pada Selasa (10/7) besok.

Mengawali pertandingan, seperti bisanya, Timnas U-19 langsung mengambil inisiatif serangan lewat kedua sisi sayap via Saddil Ramdani dan David Rumakiek. Bahkan, Saddil yang sempat absen pada laga sebelumnya, berhasil menciptakan peluang lima menit jalannya laga melalui umpannya kepada Hanis Saghara.

Pada menit ke-41, Nattawut Chootiwat berhasil membawa Thailand unggul 1-0 lewat tendangan jarak jauh. Sepakannya ke sudut kanan gawang gagal dihentikan Aqil. Dan, skor 1-0 untuk keunggulan Thailand pun bertahan hingga wasit Clifford Postanes Daypuyat asal Filipina, meniupkan peluit tanda berakhirnya laga babak pertama.

Pada babak kedua, pertandingan berjalan semakin seru dan menarik. Kedua tim tetap bermain dengan tempo cepat.

Melalui serangan sisi sayap kanan, Nakin Wisetchat, pemain bernomor punggung 2 ini berhasil mengirimkan umpan mendatar ke Matee Sarakum yang berdiri bebas tanpa penjagaan di kotak penalti Indonesia. Tanpa kesulitan yang berarti ia mencetak gol dengan kali kanannya. Skor 2-0 dan Thailand menjauh pada menit ke-50.

Menyisakan 15 menit jelang babak kedua berakhir, Indonesia terus melancarkan serangan akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan. Adalah Rifad Marasabessy yang mencetak gol usai memanfaatkan bola hasil sepakan Todd Rivaldo Ferre pada menit ke-84. Skor 1-2 masih untuk keunggulan Thailand.

Tekanan lantas semakin gencar dilancarkan Indonesia, namun Thailand menutup laga dengan kemenangan 2-1.

Usai laga pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri mengatakan bahwa anak asuhnya kalau sudah lolos ke babak semi final merasa nyaman. Ia juga menyebut setelah timnya kebobolan baru pasukannya tersentak.

"Kami memang perlu memang drama yang berbeda di setiap pertandingan. Ini menjadi pengalaman yang berbeda bagi kita. Laga berjalan seru sebenarnya, tetapi pada babak pertama para pemain kurang fokus dan banyak kesalahan individu," kata Indra Sjafri.

"Lalu di babak kedua saya pikir kami lebih baik, tetapi sayangnya kenapa tidak dari awal kami terapkan permainan seperti babak kedua. Jadi kalau saja kami bermain menekan mereka mungkin hasilnya akan berbeda. Ya mudah-mudahan ada kesempatan lagi ketemu Thailand dan tentunya itu di partai final," harap pelatih berusia 55 tahun ini.

Sementara itu, gelandang Indonesia, Saddil Ramdani mengatakan Thailand memang menerapkan pressing ketat sejak awal laga sehingga membuat para pemain Indonesia kesulitan mengembangkan permainan.

"Pada awal pertandingan tadi kami mendapatkan pressure dari Thailand karena kami belum menyempurnakan passing dengan baik. Karena itu Thailand memanfaatkan kelemahan kami. Tapi kami selalu belajar dari apa yang mereka lakukan dan di babak kedua kami berbenah," kata Saddil.

Saddil berterima kasih buat semua penonton yang sudah hadir di Stadion. Dukungan tiada henti yang diberikan lantas membangkitan semangat para pemain Indonesia, sehingga mereka berusaha keras untuk menciptakan gol dan mengejar ketertinggalan dua gol.

 "Saya ucapkan terima kasih buat masyarakat Indonesia yang telah mendukung Timnas U-19 dengan begitu banyaknya di Stadion Delta Sidoarjo, karena kebangkitan dan  semangat kami berasal dari mereka," tutur pemain Persela Lamongan itu.