Tim Harus Lebih Agresif Melakukan Serangan dan Bertahan

Pelatih kepala tim nasional Indonesia, Bima Sakti mengungkapkan, timnya harus lebih agresif dalam menyerang dan bertahan. Itu setelah mereka bermain imbang 1-1 melawan tim Porda Bekasi di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (13/3).

“Hasil nomor dua dalam setiap uji coba yang tim ini lakukan. Terpenting adalah melihat perkembangan mereka dalam pemusatan latihan selama ini di Bekasi,” buka Bima usai laga.

Meski begitu, ada catatan penting untuk dijadikan evaluasi bagi tim ini. “Pemain melakukannya dengan baik hari ini, walaupun tadi beberapa kali serangan kami terputus di daerah lawan dan gagal memanfaatkan peluang serta penyelesaian akhir. Itu yang nantinya akan menjadi perbaikan kami dalam pemusatan latihan,” tuturnya.

“Pemain juga harus lebih agresif dalam bertahan, lalu menyerang. Transisi negatif dan positif juga harus lebih cepat dilakukan oleh para pemain, lawan juga bagus, mereka memberikan tekanan dan bermain agresif. Mereka tak pandang siapa lawannya, meskipun tim kami terpaut dua tahun umurnya di bawah mereka,” sambungnya.

Selain mengenai teknis laga yang timnya lakukan, Bima juga bicara tentang atmosfir pertandingan. “Saya terkejut dengan banyaknya penonton yang hadir ke stadion. Ini bagus, untuk melatih mental anak-anak dalam menjalani setiap laganya kedepan nanti. Agar mereka terbiasa. Terima kasih kepada para pendukung yang sudah hadir mendukung kami,” tutup Bima.

Pemusatan latihan tim, sebagai persiapan menuju Piala Asia U-16 2020 di Bahrain. Kegiatan mereka ini akan terus dilakukan secara berkala di tahun ini, itu sudah dimulai dari bulan Januari, hingga nanti turnamen berlangsung.

Uji coba seperti ini pun akan terus dilakukan, diakhir pemusatan latihan bulan ini. PSSI dibawah kepemimpinan Ketua Umum Mochamad Iriawan, menargetkan Timnas U-16 meraih juara Piala AFF U-16 dan menembus babak perempat final Piala AFC U-16 2020.