Diimbangi Korsel, Indonesia Tempati Posisi Kedua

Tim nasional Indonesia U-15 hampir meraih titel juara pada ajang Boys Elite Football Tournament 2019 yang digelar di Stadion Mandalar Thiri, Myanmar, Minggu (18/8). Mereka hanya bermain imbang melawan Korea Selatan dengan skor 1-1.

Garuda Asia sempat unggul terlebih dahulu 1-0 sebelum akhirnya Korea Selatan mencetak gol pada menit 89 melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok. Hasil imbang 1-1 menempatkan Indonesia di posisi kedua di bawah Korea Selatan yang unggul selisih gol.

Sepanjang pertandingan, Indonesia mengandalkan permainan serangan balik. Sebaliknya, Korea Selatan bermain terus menekan sejak babak pertama dimulai.

Beberapa peluang berhasil diciptakan trio mereka yakni Lee Su-Min, Kim Ji-Nyeop dan Lee Dong-Hyeon. Namun tidak ada gol yang berhasil tercipta berkat kegigihan lini belakang Indonesia dan penampilan gemilang kiper Made Putra Kaicen.

Hal serupa terjadi di babak kedua. Indonesia lebih sering tertekan lewat serbuan para pemain Korea Selatan. Umpang-umpan horisontal lini tengah Korea Selatan kepada para pemain depan mereka kerap membahayakan posisi Indonesia.

Namun lewat skema serangan balik, Indonesia yang mengandalkan Athallah Arraihan mampu mencuri gol. Pemain asal Jakarta tersebut berhasil membawa Indonesia unggul setelah sepakannya mengenai pemain belakang Korea Selatan. Arah bola yang berbelok mengecoh kiper Korea Selatan Park Man-Ho hingga terjadi gol. Indonesia unggul 1-0.

Namun, selepas gol Athallah, Korea Selatan semakin bermain menyerang untuk mengejar ketertinggalan. Intensitas semakin tinggi hingga akhirnya berhasil mencetak gol pada menit 89 lewat skema tendangan mati. Adalah sundulan Jang Seok-Hwan yang memanfaatkan sepak pojok mengantarkan Korea Selatan mengimbangi Indonesia.

Pelajaran Berharga

Pelatih tim nasional U-15, Bima Sakti, memuji perjuangan anak asuhnya. Pertandingan kontrak Korea Selatan, kata Bima, merupakan pembelajaran yang sangat berharga. "Mereka telah memberikan kemampuan terbaiknya. Bermain tanpa kenal lelah dan telah menunjukkan diri bahwa siap melawan tim mana pun," kata Bima.

"Setiap pertandingan harus kita lihat sebagai sebuah proses pembelajaran. Tadi kita menghadapi lawan kuat dari Asia Timur. Ini pelajaran baru bagi kami. Dan karakter mereka ini kurang lebih sama dengan calon lawan kita, China, di Kualifikasi Piala Asia U-16. Selanjutnya akan kita analisis dan pelajari lagi," kata Bima.

"Berkat turnamen ini, setidaknya anak-anak kini memiliki kepercayaan diri. Mereka kita tahu mengenai level mereka ada di mana. Tapi kita tidak boleh berpuas diri dan harus terus memperbaiki diri dari kekurangan-kekurangan yang kita miliki," tambah Bima.

"Saat ini saya mulai melihat adanya sanjungan di media sosial. Tapi saya sampaikan kepada anak-anak untuk bisa mengontrol diri dan tidak terbuai oleh itu semua. Kita harus tetap fokus dan sama-sama menyiapkan diri untuk tantangan selanjutnya," kata Bima.

Striker Timnas U-15, Athallah, mengatakan senang bisa mencetak gol. "Alhamdulillah bisa mencetak gol. Ini saya persembahkan untuk orang tua saya, masyarakat Indonesia dan tim pelatih yang memberikan kepercayaan untuk saya," kata Athallah.

"Tadi kita memang hampir juara, tapi Korea Selatan memang tim yang bagus. Kita tetap percaya ini bagian dari proses kita. Semoga ke depannya kita bisa mendapatkan yang lebih lewat usaha dan kerja keras kita bersama," tambah Athallah.

Berita terkait