Cara Timnas U-16 Atasi Kejenuhan Pemain

Tidak hanya latihan yang dilakukan oleh para penggawa Tim Nasional Indonesia U16, mereka juga melakukan hal lain yang itu merupakan beberapa cara untuk mengatasi kejenuhan selama pemusatan latihan di masa transisi pandemic Covid-19.

Sepekan sudah mereka mengarungi pemusatan latihan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Pelatih kepala timnas U16, Bima Sakti Tukiman mengutarakan beberapa strateginya agar para pemain betah saat kegiatan ini berlangsung dan tidak keluar-keluar dari hotel.

“Sabtu sore kemarin kami mengadakan seminar public speaking untuk para pemain. Agar nanti kedepannya mereka bisa berbicara di depan umum dengan baik, semisalnya dengan pewarta (media). Bagaimana mereka nanti menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan dengan bijak dan bicara tanpa ragu lagi di depan kamera,” buka Bima Sakti, Senin (13/7/2020).

Selain itu, ada kegiatan religius dan hiburan lain untuk para pemain tersebut. Bima menyiapkan lomba hapalan surat pendek Al-Quran dan ada hadiahnya pula.

“Saya sudah sampaikan ini kepada para pemain, khususnya yang muslim, supaya mereka menghapalkan surat-surat Al-Quran. Jadi pada 29 Juli, saya akan nilai. Siapa yang hapalannya paling banyak akan saya beri hadiah,” katanya.

Untuk hiburan, Bima mengungkapkan, “Kami adakan hiburan untuk pemain supaya mereka tak bosan. Kami ada formula seperti kemarin, kami beli PS4 sebanyak dua buah dan kami buat kompetisi yang dilakukan setiap hari Minggu,” ungkapnya.

“Kemudian, kami juga adakan lomba Mobile Legends juga. Nanti coach Markus Horison jurinya dan yang juara akan mendapat hadiah. Ini jadi siasat kami juga supaya mereka tak selalu pulang ke rumah tiap akhir pekan,” dia menambahkan.

TC Timnas U-16 Indonesia akan terus berlanjut sampai akhir bulan Juli. Mereka dipersiapkan untuk mengikuti ajang Piala AFC U-16 2020 yang berlangsung di Bahrain, 25 November-12 Desember 2020 mendatang. Pada ajang tersebut, Indonesia tergabung di Grup D bersama Jepang, China, dan Arab Saudi.

“Awalnya kami meminta ada uji coba internasional pada Agustus. Tapi melihat kondisi sekarang rasanya sulit,” ucap Bima. “Untuk mendatangkan timnas dari luar saja susah, jadi kemungkinan besar Oktober, atau awal November. Setelah itu langsung berangkat ke Bahrain,” lanjutnya.

Tentang calon lawan-lawan tim nasional U-16, sebut Bima, dipilih negara yang punya kemiripan dengan lawan timnas Indonesia di Piala Asia U-16 nanti.

“Seperti Korea Selatan yang hampir sama dengan Jepang. Lalu yang mirip dengan Arab kita bisa ambil lawan uji cobanya Yordania,” ujarnya. “Federasi Yordania sudah berkomunikasi dengan saya melalui WhatsApp dan bertanya, 'Apakah Indonesia sudah aman?' Saya bilang 'masih dalam proses',” ungkapnya.

“Saya berharap, semoga dalam beberapa bulan ke depan sudah aman dan semoga mereka bisa datang. Karena mereka (Yordania) sebagai gambaran kami melawan Arab nanti,” tutupnya.